Senin, PAUD hingga SMP di Banjarmasin Pembelajaran Jarak Jauh
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Menyikapi tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari terakhir, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin Ryan Utama memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP dan SPNF baik negeri maupun swasta.
PJJ dibelakukan pada Senin (12/10/2026) dan kelanjutannya akan diputuskan pada hari yang sama.
Surat keputusan ini telah disebar kepada kepala satuan pendidikan.
Baca juga: Kabut Asap Bikin Warga Banjarmasin Sesak Napas, 71 Kebakaran Lahan Melanda Sejak Juli 2026
PJJ didasarkan pada surat edaran tanggal 5 September 2026 yang juga berkaitan dengan kondisi darurat kabut asap dan hasil pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Stasiun Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Banjarmasin.
Hasil pantauan pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 Wita, ISPU berada di angka 221 atau Sangat Tidak Sehat.
Kondisi ini meningkatkan risiko kesehatan pada peserta didik.
Merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), kategori Sangat Tidak Sehat mengharuskan penghentian kegiatan pembelajaran tatap muka dan pengalihan seluruhnya ke PJJ.
PJJ harus dilaksanakan secara efektif dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua/wali.
Dalam suratnya, Ryan menegaskan beban belajar disederhanakan dengan berfokus pada penguatan literasi, numerasi dan penguatan karakter, tanpa memberikan penugasan.
Kendati PJJ, satuan pendidikan tetap mencatat kehadiran dan keterlibatan belajar peserta didik serta melakukan komunikasi berkala dengan orang tua/wali.
Demikian pula terhadap para guru, yang juga diminta melaporkan pelaksanaan tugasnya. (Wartabanjar.com)