WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Dampak kabut asap terhadap pembelajaran anak didik mendapat perhatian serius DPRD Kota Banjarmasin.

Melalui Komisi IV, DPRD Kota Banjarmasin meminta Dinas Pendidikan (Disdik) rutin memantau kondisi kabut asap dan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, proses pembelajaran tetap harus mengutamakan  keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik.

“Kami meminta Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran, mengingat kondisi kabut asap berubah-ubah setiap hari,” ujarnya usai rapat dengar pendapat di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).

Menurut Neli Listriani, Disdik perlu mencermati perkembangan kualitas udara sebelum menentukan apakah pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka atau harus dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jika kondisi udara menunjukkan risiko yang membahayakan kesehatan, keselamatan anak-anak dan guru harus benar-benar diutamakan. Jangan sampai kegiatan pembelajaran justru membahayakan kesehatan mereka,” tegasnya. 

Baca Juga: Setwan DPRD Kota Banjarmasin Masih Proses PAW Pengganti Taufik Husin

Baca Juga: Rapat Paripurna 5 Abad Banjarmasin, Ketua DPRD: Yang Dikurangi Pestanya, Bukan Pelayanan Masyarakat

Selain dampak kabut asap, Neli Listriani menyoal program wajib belajar satu tahun prasekolah. 

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat tersebut perlu didukung pemerintah daerah agar pelaksanaannya berjalan optimal.

“Kami sangat mendukung program ini karena usia prasekolah merupakan masa emas bagi anak-anak. Pada fase tersebut, fondasi perkembangan, pembentukan karakter, dan kemampuan bersosialisasi mulai dibangun sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.

Neli Listriani yang juga ketua TP PKK Banjarmasin juga pemko mendukung perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak taman kanak-kanak (TK).

Pasalnya, selama ini program PIP lebih banyak menyasar peserta didik jenjang SD dan SMP.

“Kami juga mengusulkan agar anak-anak TK mulai mendapatkan bantuan PIP," ucapnya.