Kabut Asap Bikin Warga Banjarmasin Sesak Napas, 71 Kebakaran Lahan Melanda Sejak Juli 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kabut asap masih menyelimuti langit Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (11/10/2026).
Pantauan Wartabanjar.com di Kompleks Masjid Al Furqan, Jalan Bumi Mas Raya, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, kabut asap terlihat cukup pekat.
Kondisi udara yang terbilang tidak kondusif tersebut terjadi sejak Minggu pagi hingga siang.
Baca juga: Warga Banjarbaru Terpaksa Beli Air Galon, Pipa 1,2 Meter BPAM Banjarbarkula Bocor
Baca juga: Wamenko Pangan Minta 350 Perusahaan di Kalsel Terlibat Tangani Karhutla
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalsel termasuk Banjarmasin itu memang terbilang meresahkan warga.
"Kada enak pas menghirup udaranya. Bau asap," kata Ahmad Jamani, Warga Pekapuran Laut, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin.
"Panas kemarau, kebakaran hutan lahan sampai berasap bikin susah. Kadang-kadang sesak napas juga ulun kalau pas menghirup udara," kata Zikky Ariadi, warga Jalan Kampung Melayu Darat, Gang Kenari Raya, Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah.
sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin membeberkan jumlah kasus kebakaran lahan wilayah kota Seribu Sungai.
Menurutnya, dalam waktu sekira empat bulan terakhir yakni sejak Juli hingga awal Oktober 2026, terjadi 71 kebakaran lahan di Banjarmasin.
"Dari Juli, Agustus, September hingga Oktober, ada 71 kejadian kebakaran lahan. Trennya meningkat," kata Husni, Rabu (7/10/2026).
Menyikapi kebakaran lahan di Kota Banjarmasin, BPBD mendirikan tiga pos lapangan di wilayah Sungai Lulut, Pemurus Dalam, dan Sungai Andai.
Para personel gabungan yang terdiri dari Damkar Pemko Banjarmasin, BPBD Banjarmasin, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Damkar Swakarsa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. (Wartabanjar.com).