WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kebocoran pipa air baku berdiameter 1.200 milimeter di Kawasan Sei Landasan Mandikapau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula mengakibatkan distribusi air bersih di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar terganggu bahkan terhenti.

Kondisi ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat. 

Salah satunya warga Kompleks Santri Jalan Golf, Landasan Ulin, Banjarbaru, Sania Verawati. 

Baca juga: Hasil Liga 2 Skor Barito Putera vs Persiba 2-0, Akhirnya Laskar Antasari Menang

Baca juga: Pemadam BPBD Banjar Waspadai Angin Kencang dan Perubahan Arah Saat Tangani Karhutla Gambut

Sania mengatakan, sebelumnya tidak mengetahui adanya pemberhentian distribusi air bersih sementara. 

"Saya kebetulan belum ada informasinya, tapi baru sehari distribusinya terhenti," ujarnya, Minggu (11/10/2026). 

Menurutnya, kerusakan dan perbaikan pipa selama 10 hari itu sangat berdampak. 

"Satu atau dua hari saja kami sudah bingung, apalagi sampai 10 hari ya jangan lah," tuturnya. 

Sania berencana membeli air bersih maupun air galon selama distribusi air bersih terhenti.

Ini karena dia  tak ada menampung air bersih sebelumnya.

"Beli galon yang Rp5.000-Rp6.000, soalnya juga perlu air untuk mandi cuci. Kami tidak ada persiapan air," ungkapnya. 

Hal senada diakui Suwahyo, yang merupakan pengusaha kedai kopi.

Ia mengaku kesulitan selama distribusi air bersih terhenti.

Akibatnya, ia menggunakan galon untuk aktivitas cuci piring maupun gelas di kedainya. 

"Mau tidak mau pakai galon, kalau pagi sore pasti mati," sebutnya. 

Warga Kompleks Widya Citra Graha 3 Cempaka, Putri Astanti, juga merasakan hal yang sama. 

"Dari Jumat (9/10/2026) malam sudah mati," katanya. 

Berbeda dengan Sania dan Suwahyo, Putri memilih tidak membeli air bersih maupun galon karena memiliki stok air bersih. 

"Kami punya tandon di rumah, jadi bisa tidak beli dulu," pungkasnya. (wartabanjar.com)