WARTABANJAR.COM, GAMBUT - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali terjadi pada Minggu (11/10/2026).

Ini terus berulang setiap hari dan diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat.

Pengguna jalan pun meningkatkan kewaspadaan  dan warga berusaha mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Wamenko Pangan Minta 350 Perusahaan di Kalsel Terlibat Tangani Karhutla

Baca juga: Hasil Liga 2 Skor Barito Putera vs Persiba 2-0, Akhirnya Laskar Antasari Menang

Sementara petugas pemadam gabungan yang bermarkas di Posko Karhutla depan RSJ Sambang Lihum terus bekerja mengatasi kebakaran semak belukar di kawasan gambut tersebut di tengan angin yang kerap bertiup kencang.

Ini seperti yang dilakukan tim BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan dari TNI/Polri dan relawan Buser 690  pada Sabtu (10/10/2026) sore. 

Petugas mengerahkan peralatan pemadam dan selang air untuk menjangkau titik-titik api di tengah vegetasi yang terbakar.

Petugas BPBD Kabupaten Banjar, Hendra, mengatakan kondisi di lapangan membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan hati-hati. 

Selain vegetasi yang cukup lebat, angin kencang dengan arah yang berubah sewaktu-waktu turut menjadi kendala petugas dalam mengendalikan api.

“Petugas perlu berhati-hati dalam melakukan pemadaman untuk mengendalikan api karena area yang terbakar memiliki vegetasi cukup lebat. Selain itu, angin bertiup kencang dan arahnya dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.

Asap yang terbawa angin berpotensi menyebar ke sekitar jalan dan mengurangi jarak pandang pengguna kendaraan. 

Karena itu, pengendara yang melintas di Jalan Gubernur Syarkawi diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kondisi.

Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak berhenti sembarangan di sekitar lokasi kebakaran. 

Jika kondisi jalan dinilai tidak aman untuk dilalui, pengendara disarankan mencari jalur alternatif.

Selain mengantisipasi dampak asap, masyarakat diingatkan tidak membakar lahan, terutama saat vegetasi dalam kondisi kering dan angin bertiup kencang.