WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mengucurkan dana sekitar Rp15 miliar untuk program seragam dan alat tulis kantor (ATK) gratis bagi 63.435 murid TK dan SD, serta siswa SMP.

Anggaran tersebut disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), untuk 572 sekolah di Kabupaten Tabalong.

Menariknya, pengadaan seragam sekolah dalam program tersebut melibatkan penjahit lokal. Pemerintah daerah menyerahkan pengerjaan seragam kepada pelaku usaha jahit, yang berada di sekitar sekolah.

Untuk memastikan program berjalan lancar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong mengumpulkan sebagian penjahit calon penerima order di Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kamis (08/10/2026).

Penjahit lainnya akan mengikuti pengarahan pada sesi berikutnya di lokasi, yang disesuaikan dengan wilayah tempat tinggal mereka.

Bupati Tabalong HM Noor Rifani mengatakan, melibatkan penjahit lokal merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.

"Tujuan menggandeng penjahit lokal supaya pendapatan UMKM penjahit di Tabalong meningkat," jelas H Fani sapaan akrabnya.

Dituturkannya, pengadaan seragam tersebut tidak dilakukan melalui mekanisme lelang, tetapi disalurkan melalui Bosda, sehingga sekolah dapat memesan langsung kepada penjahit lokal.

Baca Juga: Adaro Spectapreneur 2026 Jadikan UMKM Tabalong Tumbuh Inovatif dan Naik Kelas

Baca Juga: Pemkab Tabalong Salurkan Hibah untuk 25 Rumah Ibadah dan Beasiswa Pendidikan Luar Negeri

Dengan mekanisme tersebut, lanjutnya, perputaran uang dari program senilai Rp15 miliar itu diharapkan tetap berada di Tabalong, dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

H Fani juga meminta, para penjahit mencantumkan nama, alamat, dan merek pada produk seragam yang mereka kerjakan. 

Langkah itu diharapkan membuat usaha mereka lebih dikenal, sehingga berpeluang mendapatkan pesanan dari pihak lain.

"Program ini juga diharapkan membantu orang tua dan memotivasi anak-anak untuk bersekolah," katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, mengatakan jenis seragam dan ATK yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa.