Pada tahap awal, terdapat 20 WBP yang mengikuti program tersebut.

Rinciannya, lima peserta mengikuti Paket A, delapan peserta Paket B dan tujuh peserta Paket C.

Pembelajaran berlangsung dua kali dalam sepekan dengan dukungan sembilan orang tutor.

“Pelaksanaan pendidikan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi WBP guna memastikan warga binaan memperoleh akses terhadap pendidikan sebagai bekal untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan kembali ke masyarakat,” papar Nanang.

Bagi Rutan Barabai, pendidikan kesetaraan menjadi salah satu cara memberikan bekal kepada WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Sementara bagi Haris, kesempatan tersebut memiliki arti yang lebih personal. Ia tidak ingin masa lalu menjadi satu-satunya hal yang menentukan langkahnya setelah bebas. (wartabanjar.com)