YouTube Ikuti Microdrama TikTok, Bikin Video Shorts Jadi Serial
Kreator dapat memilih foto dan video yang ingin digunakan, kemudian memberikan perintah kepada AI untuk membuat draf awal sebuah Shorts.
AI kemudian dapat memberikan saran penyuntingan, seperti memangkas jeda yang terlalu panjang, mengatur urutan klip agar lebih enak ditonton, serta menambahkan teks ke dalam video.
YouTube juga memperluas fitur Custom Feeds, yang memungkinkan pengguna membuat feed video berdasarkan perintah percakapan.
Pengguna dapat menjelaskan jenis video yang ingin ditonton, kemudian menyimpan feed tersebut untuk digunakan kembali.
Fitur Custom Feeds akan tersedia untuk seluruh pengguna YouTube di Amerika Serikat, pada musim gugur 2026.
Untuk pengguna yang menonton YouTube melalui televisi, YouTube juga akan menampilkan postingan berbentuk gambar di halaman channel.
Platform tersebut turut memperluas akses terhadap postingan carousel gambar di feed Shorts.
YouTube juga menguji fitur dubbing otomatis secara real-time untuk livestream.
Fitur tersebut akan diuji lebih dulu untuk bahasa Inggris dan Spanyol pada awal 2027.
Dengan teknologi ini, siaran langsung dalam satu bahasa dapat diterjemahkan dan disuarakan dalam bahasa lain secara otomatis, ketika livestream berlangsung.
Di sisi livestream, YouTube juga memperkenalkan fitur Live Showdowns yang memungkinkan streamer berhadapan secara langsung untuk mendorong interaksi dan donasi penonton.
YouTube turut memperluas fitur Watch With, yang memungkinkan penonton menikmati pengalaman menonton livestream secara bersama-sama, ke seluruh video yang memenuhi syarat di platform. (Wartabanjar.com)