Sementara itu, nelayan maupun pemancing yang beraktivitas di perairan disebut sudah cukup terbiasa melihat buaya melintas.

“Kalau nelayan atau pemancing sudah biasa lihat buaya melintas,” ujarnya.

Meski warga setempat telah memahami kondisi tersebut, Kaharuddin mengingatkan adanya risiko bagi masyarakat yang beraktivitas terlalu dekat dengan perairan.

Terlebih bagi warga dari luar daerah yang belum mengetahui kondisi kawasan pesisir Sebatik.

“Kalau warga rata-rata sudah tahu kalau di Sebatik tidak aman pantainya.

Cuma kalau orang baru atau sementara biasanya tidak tahu,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap berhati-hati ketika berada di sekitar perairan yang menjadi habitat buaya.

Menurutnya, buaya dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain melalui jalur perairan.

“Pada dasarnya buaya itu berada di sungai-sungai.

Cuma namanya air, semua juga tembus ke mana-mana, mereka mau berpindah,” jelasnya. (wartabanjar.com)