Menurut Kepala Desa Sungai Perlu, Siti Halisah, lokasinya berbeda dengan tempat penemuan 5-6 liferaft bertuliskan KM Virgo beberapa hari lalu.

Jasad ditemukan dalam kondisi mengenakan baju kerja lengan panjang berwarna biru, celana pendek berwarna hitam dan pelampung berwarna oranye merah di bagian dada. 

Temuan ini pun dilaporkan kepada polisi setempat.

"Ya ditemukan lagi di Pantai Gantingan masih di Desa Sungai Perlu," kata Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi, Senin (21/9/2026).

Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Polairud, Basarnas dan TNI langsung melakukan evakuasi terhadap jasad tersebut.

Minggu (20/9/2026) sore, warga juga menemukan sesosok jasad di Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu. 

Korban dilaporkan mengenakan kaus hitam, celana pendek dan juga pelampung berwarna merah.

Kapolres Seruyan Beddy mengatakan kedua jenazah dievakuasi melalui jalur darat menuju Banjarmasin. 

Sementara itu, Kapolsek Seruyan Hilir Ipda Eko Andrianto mengatakan, petugas masih melakukan proses evakuasi di lokasi penemuan.

“Untuk saat ini kami masih melakukan evakuasi korban. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah data terkonfirmasi,” kata Eko.

Hingga saat ini, identitas kedua jenazah belum dikonfirmasi.

Kapal Virgo bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. 

Kapal Virgo yang membawa 243 penumpang itu terbalik di Laut Jawa perairan Kalsel pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita dan tenggelam pada pagi. (wartabanjar.com)