Transformasi Gunung Gundul Menjadi Desa Gunung Makmur yang Mendatangkan Kemakmuran Pascatransmigrasi Tahun 1953
Saat ini, Desa Gunung Makmur berkembang menjadi desa permukiman padat yang terdiri dari 5 dusun dan 21 Rukun Tetangga (RT), dengan total populasi mencapai 4.000 jiwa.
Kehidupan bermasyarakat berjalan harmonis dengan perpaduan antara suku Jawa, Madura, dan Banjar.
"Penduduk kami sekitar 4 ribuan. Mayoritas campuran ada Suku Banjar, Jawa, dan Madura. Kalau ulun dari Jawa Timur kediri," ujar Sutarno.
Sektor pekerjaan dan perekonomian warga Desa Gunung Makmur pun, kini ditopang oleh komoditas hasil bumi dan peternakan yang produktif, yang diolah dari kawasan yang dulunya dikenal sebagai Gunung Gundul.
"Kalau di desa Gunung Makmur ini ada yang dari pertanian, perternakan, perkebunan itu sawit sama karet. Alhamdulillah perekonomian di sini sudah bagus," kata Sutarno.
Edi, warga Desa Gunung Makmur, membenarkan keberagaman latar belakang warga, serta mata pencaharian utama yang dilakoni masyarakat setempat.
"Kalau saya asli sini. Di sini campuran, ada Banjar dan Jawa. Di sini mayoritas bekerja di pertanian sama perkebunan, terutama sawit sama karet. Ada juga yang beternak," jelas Edi.
Nama Gunung Makmur sendiri diambil dari keberhasilan warga mengolah wilayah "Gunung Gundul" menjadi lahan subur, yang mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat setempat hingga saat ini. (Wartabanjar.com)