Kekeringan Melanda Tanah Habang HST, Cabai Banyak Gagal Tumbuh
Dari lahan yang tidak berhasil tumbuh, Inur memperkirakan biaya yang sudah dikeluarkan sekitar Rp1,5 juta, mulai dari pembelian bibit hingga pengolahan lahan.
“Kerugiannya kira-kira Rp1,5 juta. Itu sudah termasuk biaya bibit dan pengolahan lahan,” ujarnya.
Tak hanya tanaman lombok, menurut Inur, kondisi kekeringan juga membuat lahan persawahan di sekitar lokasi belum bisa ditanami padi.
Tanah yang mengering serta sulitnya air mengalir ke lahan membuat petani belum dapat mulai menanam.
Kondisi tersebut membuat petani harus menunggu hingga pasokan air kembali tersedia sebelum mengolah dan menanami sawah.
Di tengah kondisi tersebut, hujan yang turun kemudian menjadi harapan baru bagi petani.
Hujan membuat tanaman yang masih bertahan kembali mendapat pasokan air secara alami.
“Alhamdulillah sudah ada turun hujan sekali. Mudah-mudahan hujan kembali turun dan tanaman yang masih ada bisa terus tumbuh. Kami juga minta doanya supaya hujan turun lagi,” katanya.
Bagi petani, hujan menjadi sangat berarti setelah berbulan-bulan harus mengandalkan air sumur untuk mempertahankan tanaman di tengah kekeringan. (wartabanjar.com)