Menurutnya, keselamatan transportasi laut bukan hanya persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.

Karena itu, seluruh kapal yang membawa masyarakat menuju maupun dari Kalimantan Selatan harus dipastikan memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan serta menjalankan seluruh prosedur keselamatan secara benar.

“Setiap penumpang bukan sekadar angka dalam manifest. Di belakang setiap nama ada keluarga yang menunggu. Ada orang tua, anak, suami, istri, saudara, dan orang-orang yang mencintainya,” tutur Gubernur.

H Muhidin pun meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk hadir, bergerak, dan bekerja bersama seluruh unsur terkait hingga penanganan musibah KM Virgo Transport 8 selesai.

Kepada keluarga korban, Gubernur kembali menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan turut bersama mereka dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami bersama Bapak dan Ibu. Pemerintah hadir. Tim SAR sedang bekerja. Dan kita akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan dan menyelamatkan seluruh saudara kita,” pungkasnya.

Gubernur H Muhidin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan para korban, yang masih dalam pencarian serta memberikan kekuatandan ketabahan kepada keluarga yang tengah menunggu kabar dari orang-orang tercinta.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada seluruh korban, melindungi tim SAR yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, serta memberikan kekuatan kepada seluruh keluarga yang terdampak musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Jawa, " doa gubernur.

Sekedar informasi, hingga pukul 12.00 Wita, sebanyak 103 orang telah dievakuasi dari KM Virgo 08. 

Sebanyak 102 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan operasi di lapangan.

Kapal Virgo Transport 08 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 orang di atas kapal. Kapal dilaporkan mengalami kondisi darurat setelah menghadapi cuaca buruk dan kehilangan komunikasi. (Wartabanjar.com/*)