Menurutnya, apabila dilihat dari sisi pencegahan kebakaran, rencana tersebut dinilai dapat membantu masyarakat, karena air bisa lebih tertahan di kawasan gambut.

Namun, Hendra mengatakan masih ada hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut bersama masyarakat, terutama terkait aktivitas warga yang selama ini bergantung pada kawasan tersebut.

“Kalau dari sisi kebakaran ada membantu. Tapi dari sisi kemasyarakatan seperti mencari ikan, cari kayu galam, ini nanti paling kita bicarakan kembali lagi,” katanya.

Bagi warga Pengayuan, upaya pengendalian karhutla dinilai penting, namun solusi penanganan juga diharapkan tetap mempertimbangkan aktivitas, dan kebutuhan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.

Sementara itu, kondisi titik api di kawasan Pengayuan masih menjadi perhatian, karena bara maupun api baru berpotensi kembali muncul di tengah kondisi lahan yang kering.

Hendra berharap dukungan petugas dan upaya pengelolaan tata air dapat terus dilakukan, sehingga ancaman karhutla di wilayah Pengayuan bisa ditekan. (Wartabanjar.com)