"Dan kepada para mahasiswa-mahasiswi, manfaatkanlah fasilitas kampus ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan tekun, timbalah ilmu seluas-luasnya, dan jadilah agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Tanah Laut," tambahnya.

Pengoperasian kampus ini merupakan buah dari proses panjang yang dirintis sejak tahun 2020 oleh pihak yayasan bersama dukungan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.

"Alhamdulillah pada pagi sampai siang ini telah dilaksanakan kegiatan peresmian kampus Sekolah Tinggi Agama Islam As-Syuhada atau kami menyebutnya dengan sebutan STAIDA, Sekolah Tinggi Agama Islam As-Syuhada Pelaihari. Nah alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik dan lancar," kata KH Ahmad Syarifuddin Noor.

Ketua Yayasan STAI Asy-Syuhada Pelaihari sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syuhada tersebut menambahkan bahwa keberhasilan peresmian kampus berkat sinergi seluruh komponen masyarakat, ulama, hingga jajaran dewan.

"Peresmian ini adalah hasil daripada perjuangan semuanya, semua komponen masyarakat kita yang ikut andil dan membantu, baik itu alim ulama, akademisi, pemerintah daerah, sampai anggota dewan baik dewan daerah maupun dewan pusat. Nah alhamdulillah akhirnya STAI As-Syuhada ini resmi mendapat izin operasional dari Kemenag Republik Indonesia, dan hari ini kita resmikan," lanjutnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar lembaga yang dipimpinnya dapat terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan tinggi Islam unggulan hingga tingkat global.

"Mudah-mudahan ke depannya Sekolah Tinggi Agama Islam As-Syuhada ini menjadi pusat pendidikan perguruan tinggi agama Islam di Kabupaten Tanah Laut, dan mahasiswanya tidak hanya dari Kabupaten Tanah Laut, bahkan sampai ke regional dan juga mudah-mudahan sampai global," ungkap KH Ahmad Syarifuddin Noor.

Untuk menunjang operasional akademik, kampus ini telah menampung 65 mahasiswa angkatan pertama yang terbagi dalam dua program studi utama, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI).

Perkuliahan yang sudah berjalan sejak Agustus lalu ini membuka pilihan kelas Reguler serta kelas Non-Reguler pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, didukung 10 dosen tetap dan 2 dosen tidak tetap yang mayoritas merupakan lulusan S2 UIN Antasari Banjarmasin.