“Pengendalian karhutla membutuhkan pemantauan yang berkelanjutan dan penanganan secara terpadu. Setiap perkembangan di lapangan perlu menjadi perhatian agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan juga terus memperbarui data kejadian karhutla sebagai bagian dari upaya penanganan bencana.

Data per 28 Agustus 2026 tersebut menunjukkan bahwa pengendalian karhutla masih menjadi perhatian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta aktivitas di wilayah Kalimantan Selatan. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*) 

Berita Sebelumnya Saksikan Langsung Antrean Panjang BBM di SPBU Kobar, Gubernur Kalteng Minta Laporan Warga
Berita Selanjutnya Masalah Close Friend Instagram Selebgram Banjar Berujung Damai