WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong bersama Polres Tabalong melalui Satuan Samapta, mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu (26/0,8/2026) siang.

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, yang terdampak kondisi kekeringan sekaligus mendukung upaya bersama dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan dipimpin Kasat Samapta Polres Tabalong, AKP I Nyoman Sudharma, bersama personel Satuan Samapta.

Kehadiran polisi dalam kegiatan tersebut tidak hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.

Kondisi cuaca yang cenderung kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak terbatas pada tugas penegakan hukum.

Menurutnya, Polri juga berupaya hadir melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi di Masjid Ash-Shiratal Mustaqim, Asisten Pemkab Tabalong Ajak Jemaah Tiru Rasulullah

Baca Juga: Kapolres Tabalong dan PWI Perkuat Sinergi, Dorong Pers Berperan dalam Menjaga Kamtibmas

“Polri akan terus hadir dan berupaya membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi kekeringan. Distribusi air bersih ini merupakan wujud kepedulian Polres Tabalong, sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mengantisipasi dampak karhutla,” ujar Heri.

Selain membantu masyarakat mendapatkan air bersih, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama di tengah kondisi cuaca kering.

Polres Tabalong mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Selama kegiatan berlangsung, pendistribusian air bersih berjalan aman, tertib, dan lancar. (wartabanjar.com)