"Setiap kali pertandingan berakhir, aku selalu menunggu dan merindukan pesan darimu. Saat itulah aku menyadari bahwa kondisinya benar-benar buruk" 

Meski begitu, aku tidak berhenti berpikir untuk melangkah sejauh mungkin, agar bisa memberimu waktu dan supaya Ayah bisa menyaksikan sebuah pertandingan. Kami berhasil mencapai final, tetapi Ayah tidak bisa berada di sana."

"Aku ingin memenangkannya untuk kubawa kepadamu dan menunjukkan trofi yang baru. Aku tidak berhasil; kakiku sudah tidak mampu melangkah lebih jauh" 

"Kali ini aku mencoba melawan kondisi tubuhku, tetapi aku tidak sanggup. Aku tidak pernah benar-benar merasa dalam kondisi yang baik"

"Ketika aku tiba, Ayah mengira kami kalah di final lewat adu penalti. Kami tidak bisa membicarakan semua yang telah terjadi. Ayah tidak bisa menikmati apa pun"

"Kami memang bukan juara, tetapi Ayah tidak tahu betapa kami menikmati setiap pertandingan. Sekali lagi, Ayah benar: aku harus berada di sana dan memainkannya" lanjut Messi.

Bagi megabintang berjuluk La Pulga ini, Jorge Messi adalah salah satu orang pertama yang percaya bahwa anaknya memiliki sesuatu yang istimewa.

Sebelum nama Messi mendunia, Jorge menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap sepak bola. Ia bekerja di industri baja di Argentina.

Kehidupan keluarga Messi kemudian berubah ketika bakat Messi mulai terlihat sejak kecil.

Jorge memilih mendampingi perkembangan putranya, termasuk ketika Messi bergabung dengan Newell's Old Boys di Rosario. 

Saat Messi menghadapi persoalan pertumbuhan dan membutuhkan terapi hormon, persoalan biaya dan kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan besar.

Pada usia 13 tahun, Messi akhirnya berangkat ke Spanyol untuk menjalani kesempatan di Barcelona. Jorge pun mendampinginya.

Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik terbesar dalam sejarah sepak bola modern.

Jorge meninggalkan kehidupan dan pekerjaannya di Argentina untuk bisa selalu berada di sisi anaknya. 

Di Barcelona, ia ikut mengawal proses awal Messi hingga mendapatkan kesempatan berkembang di akademi La Masia.

Dari sanalah perjalanan panjang Messi dimulai.