AI Mampu Deteksi Kanker Saat Dokter Tak Menemukan Kelainan
Dalam kasus Fang, CT scan dilakukan karena ia mengalami batuk. Namun, dari pemeriksaan yang sama, AI bisa menemukan tanda-tanda tumor di pankreasnya.
Zhang Ling, pakar algoritma senior di Damo Academy, mengibaratkan kemampuan tersebut seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
"AI dapat menemukan jarum di tumpukan jerami, dan memberikan informasi berharga bagi dokter," kata Zhang.
Kemampuan Damo Panda bukan sekadar terlihat pada kasus Fang. Di Rumah Sakit Rakyat Afiliasi Universitas Ningbo, Zhejiang, sistem yang sama disebut telah digunakan sejak akhir 2024 untuk meninjau lebih dari 180.000 CT scan bagian dada dan perut.
Adapun dari seluruh hasil pemindaian tersebut, Damo Panda diklaim berhasil menemukan lebih dari 20 kasus kanker pankreas. Sebanyak 14 di antaranya bahkan merupakan kanker tahap awal.
"Untuk beberapa pasien ini, saya bisa mengatakan dengan pasti bahwa AI telah menyelamatkan mereka," kata Zhu Kelei, wakil presiden rumah sakit tersebut.
Penggunaan Damo Panda sendiri tidak hanya diterapkan di rumah sakit perkotaan. AI tersebut juga telah diterapkan di fasilitas kesehatan tingkat kabupaten di Zhejiang, Yunnan, Hunan, dan Shanxi.
Saat ini, AI Damo Panda tercatat telah mendapatkan status "breakthrough device" dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA).
Status tersebut menjadi yang pertama bagi AI medis, yang dikembangkan perusahaan teknologi China.
Penetapan ini bahkan dinilai bisa membuka jalan bagi Damo Panda untuk memperluas penggunaannya ke praktik klinis di tingkat global. (Wartabanjar.com)