Kondisi tersebut membuat dirinya bersama suami langsung keluar untuk menyelamatkan diri. 

“Tapi setelah saya lihat ke belakang, ternyata api sudah membesar. Jadi kami langsung keluar,” katanya. 

Dahlina menyebut, api menjalar dengan sangat cepat. Ia memperkirakan hanya dalam hitungan menit kobaran api sudah membesar dan membuat warga panik. 

“Api itu cepat sekali, seperti mengejar. Paling sekitar 10 menit sudah membesar,” ungkapnya. 

Ia menduga api berasal dari bagian belakang bangunan. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti sumber awal kebakaran karena saat melihat kondisi tersebut api sudah membesar. 

Tidak banyak barang yang berhasil diselamatkan warga. “Hanya pakaian yang saya kenakan di badan ini saja yang sempat terselamatkan,” ungkap Dahlina.

Sementara itu, Mulyadi (44), penyewa Barak Nomor 1, mengaku sempat menyelamatkan seorang bayi berusia sekitar 4–5 bulan yang berada di jembatan kayu penghubung jalan utama dengan barak.

“Anak itu tergeletak di jembatan, lalu saya gendong untuk menyelamatkannya,” kata Mulyadi. (wartabanjar.com/tamam)