Lebih lanjut, Hj. Fathul Jannah mengungkap bahwa Selain pagelaran busana, Pamor Borneo 2026 sejak 7 Agustus juga menghadirkan pameran produk UMKM seperti makanan dan minuman, fesyen, serta kriya. Digitalisasi transaksi turut didorong melalui penggunaan QRIS.

“Ulun sebagai Duta QRIS mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan terus memanfaatkan QRIS untuk memudahkan dan keamanan transaksi,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Hj. Fathul Jannah berharap pembinaan UMKM, penguatan investasi, dan digitalisasi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Kami mengharapkan agar semangat sinergi dan kolaborasi dapat terus terjalin untuk mewujudkan visi Kalsel Bekerja: berkelanjutan, berbudaya, religi, dan sejahtera menuju gerbang logistik Kalimantan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pamor Borneo 2026, Irfan Farulian, menjelaskan sebanyak 15 proyek investasi senilai Rp73 triliun dipromosikan dalam kegiatan tersebut. Dari 20 investor yang hadir, tercatat 32 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp64 triliun.

“Ada 20 investor yang datang langsung ke lokasi Forum Investment dan telah melakukan 32 Letter of Intent,” katanya.

Di sektor UMKM, sebanyak 50 pelaku usaha unggulan dari bidang kriya, fashion, wastra, dan kuliner turut dipromosikan.

Hingga penutupan, Irfan menjelaskan penjualan booth mencapai Rp306 juta, business deal Rp2,2 miliar, serta komitmen pembiayaan UMKM Rp1,05 miliar.

Pamor Borneo 2026 juga mencatat lebih dari 1.300 transaksi QRIS, edukasi literasi keuangan kepada sekitar 800 pengunjung, serta lebih dari 900 ribu positive impression di media sosial.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membuka peluang investasi, memperluas akses pasar UMKM, dan mendorong ekonomi Kalsel.

“Kami berharap pelaksanaan Pamor Borneo merupakan standar baru bagi pihak manapun dalam mendorong perekonomian Kalsel,” tuturnya.

Irfan menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan secara menyeluruh.

“Sebuah program perlu dilakukan secara sinergi dari berbagai pihak dan dilakukan secara holistik,” ujarnya.

Di penghujung Pamor Borneo 2026, diumumkan para pemenang lomba fotografi Borneo In Frame yang disaksikan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin.