“ASN akan dinilai melalui sistem asesmen kinerja dan disiplin ke dalam sembilan kategori. Pejabat yang berada pada kategori tinggi, yakni level tujuh hingga sembilan, memiliki fleksibilitas untuk ditempatkan pada berbagai jabatan. Sementara pejabat dengan kinerja rendah atau berada pada level lima ke bawah akan dikenakan sanksi hingga diturunkan menjadi staf,” tegasnya.

Meski demikian, Muhidin menyampaikan mekanisme seleksi terbuka atau lelang jabatan tetap dapat dilaksanakan apabila jumlah ASN yang berada pada kategori tujuh hingga sembilan belum memenuhi kebutuhan jabatan yang tersedia.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Kalimantan Selatan, Noryadi, mengatakan penerapan manajemen talenta merupakan implementasi sistem merit dalam birokrasi pemerintahan.

Melalui sistem tersebut, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan sesuai kompetensi, tanpa dipengaruhi golongan maupun intervensi politik.

“Kami telah menerima rekomendasi dari BKN untuk menerapkan manajemen talenta sebagai dasar proses rotasi, mutasi, maupun pengisian jabatan eselon II, III, dan IV,” ujarnya.

Terkait seleksi terbuka, Noryadi menjelaskan bahwa mekanisme tersebut tetap dimungkinkan apabila hasil pemetaan manajemen talenta belum menghasilkan kandidat yang memenuhi kualifikasi jabatan tertentu. Dalam kondisi tersebut, kepala daerah tetap memiliki hak prerogatif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Lelang jabatan tetap dapat dilakukan apabila dalam pemetaan manajemen talenta belum ditemukan kandidat yang memenuhi kriteria spesifik,” katanya.

Melalui penerapan manajemen talenta, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan ASN sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kinerja pemerintahan di daerah. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Berita Sebelumnya Lagi Kebakaran di Banjarmasin, Kali ini di Komplek Pembangunan I
Berita Selanjutnya Kapolres Tanah Bumbu Beri Bantuan Korban Kecelakaan di Jalan Banjarbaru-Batulicin