Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, GEKRAFS HST Sebut Produksi dan Penjualan Pelaku Usaha Kreatif Terganggu
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Pemadaman listrik bergilir tak lagi hanya mengganggu aktivitas rumah tangga.
Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), pelaku ekonomi kreatif mulai merasakan dampaknya, dari proses produksi yang terhenti, transaksi digital terganggu, hingga risiko kerusakan bahan baku dan peralatan usaha.
Dewan Pengurus Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Hulu Sungai Tengah menilai kondisi tersebut mulai memberi tekanan terhadap keberlangsungan usaha pelaku ekonomi kreatif yang sebagian besar bergantung pada pasokan listrik.
Ketua DPC GEKRAFS HST, Arif Budiman, mengatakan listrik merupakan kebutuhan utama bagi sebagian besar pelaku ekonomi kreatif.
Karena itu, gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai berdampak langsung terhadap proses produksi maupun pelayanan kepada konsumen.
“Pemadaman listrik bergilir yang meluas hingga tingkat provinsi telah menjadi gangguan serius bagi pelaku ekonomi kreatif yang menjadikan listrik sebagai elemen utama dalam proses kerja,” ujarnya kepada wartabanjar.com, Rabu (29/7/2026).
Menurut Arif, persoalan yang dihadapi pelaku usaha bukan hanya berhentinya aktivitas produksi, namun juga membuat pelaku usaha kesulitan mengatur pekerjaan.
Kemudian transaksi digital, pelayanan kepada pelanggan, hingga penggunaan peralatan elektronik juga ikut terdampak.
Semua itu dikarenakan jadwal pemadaman bergilirnya tidak pasti.
“Tanpa kepastian, pelaku usaha dipaksa bekerja dalam risiko yang tidak mereka ciptakan,” tegasnya.
BACA JUGA: Jadwal Pemadaman Listrik di HST Tanpa Kepastian, Mahasiswa Desak Transparansi Informasi PLN
BACA JUGA: Gangguan Sistem Kelistrikan Kalimantan, Pemkab HST Minta Warga Antisipasi Pemadaman Bergilir
Ia berharap PT PLN dapat memberikan kepastian informasi mengenai jadwal pemadaman sekaligus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.
Selain itu, Arif menilai pasokan listrik yang stabil menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
“Kalau pasokan listrik kembali stabil, pelaku usaha akan lebih leluasa berkembang, membuka lapangan kerja baru, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.