DPRD HST Soroti Pemadaman Listrik, Kasus 5.000 Ayam Mati Jadi Alarm Pelayanan PLN
Selain meminta PLN meningkatkan kualitas pelayanan, Komisi I DPRD HST juga mendorong instansi terkait memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang terdampak.
Yajid turut menyoroti, sulitnya pelaku usaha memperoleh solar subsidi untuk mengoperasikan generator cadangan, ketika listrik padam.
“Pengusaha sebenarnya sudah berupaya mengantisipasi dengan menyediakan genset. Namun solar subsidi sulit didapat, sedangkan harga solar eceran cukup tinggi. Kondisi ini tentu semakin membebani pelaku usaha,” katanya.
Sebelumnya, lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging milik peternak di Desa Aluan Sumur dilaporkan mati, setelah blower kandang close house berhenti beroperasi saat terjadi pemadaman listrik.
Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
Sementara itu, PT PLN (Persero) ULP Barabai Kota menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, dan berencana menemui pemilik kandang untuk mengumpulkan informasi, sebelum menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (wartabanjar.com/Adew)