Di satu sisi berdiri Messi, sang seniman terakhir dari generasinya.

Di sisi lain muncul Lamine Yamal, talenta yang membawa harapan baru sepak bola dunia.

Menariknya, fotografer Joan Monfort yang mengabadikan momen itu mengaku tak pernah membayangkan hasil jepretannya akan menjadi foto paling ikonik dalam hidupnya.

Baginya, semua itu terasa seperti sebuah keajaiban.

Sepak bola memang sering melahirkan cerita indah. Namun kisah Messi dan Lamine Yamal mungkin termasuk yang paling puitis.

Dulu, Messi membantu memandikan seorang bayi dalam kegiatan amal.

Hari ini, bayi itu telah tumbuh menjadi bintang yang siap menantang sang legenda di panggung terbesar dunia.

Entah siapa yang nanti mengangkat trofi Piala Dunia 2026, satu hal sudah pasti: sejarah telah lebih dulu memenangkan pertandingan ini.

Karena dalam satu foto yang diambil 19 tahun lalu, sepak bola seolah telah menulis takdirnya sendiri. (wartabanjar.com/sud)