Baca Juga: Genjot Kesejahteraan Petani, Pemkab Tanah Laut Gelar Panen Padi Serentak di 11 Kecamatan
Menurutnya, kehadiran para ayah di gerbang-gerbang sekolah sejak pagi hari, menunjukkan kesadaran yang mulai tumbuh bahwa peran ayah dalam pendidikan anak tidak kalah pentingnya.
Maria Ulfah menambahkan, program ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan jangka panjang untuk mengubah budaya pola asuh di daerah.
Target utama dari integrasi program ini adalah menekan angka stunting, mendorong pola asuh digital yang sehat, serta memperkokoh ketahanan keluarga secara menyeluruh di era modern.
“Harapan besar kami ke depan, gerakan GAMAS tidak berhenti di hari pertama sekolah saja. Kami berharap ini menjadi awal dari perubahan budaya pola asuh di Tanah Laut, di mana para ayah semakin sadar bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu,” tambah Maria Ulfah.
Bagi para ayah yang terikat dengan jam kerja instansi, pemerintah daerah memberikan kelonggaran berupa dispensasi keterlambatan masuk kerja sesuai ketentuan instansi masing-masing.
Terhadap para ayah yang belum berkesempatan hadir secara fisik hari ini karena tuntutan nafkah, Maria mengingatkan agar konsistensi kehadiran emosional tetap dijaga di rumah, melalui perhatian-perhatian kecil setiap harinya.
Implementasi di lapangan terpantau berjalan lancar di sejumlah lembaga pendidikan. Salah satunya di wilayah satu atap UPTD SD Negeri 1 Angsau dan TK Budi Mulia.







