Baca Juga: Marc Marquez Raih Pole Position dan Pecahkan Rekor Lap Sachsenring
Baca Juga: Uriarte Tercepat di Sachsenring, Veda Ega Tertinggal 0,693 Detik
“Saya merasa nyaman dengan pace (kecepatan) saya, bahkan saat berkendara sendirian,” ungkap Miller, dikutip dari situs resmi MotoGP. “Menyenangkan rasanya balapan di trek yang tidak terlalu bergantung pada horse power (tenaga kuda),” lanjutnya.
Ia menambahkan, tata letak Sirkuit Sachsenring sangat membantunya memaksimalkan potensi sasis Yamaha.
“Di sini Anda hanya perlu bermain-main dengan gas sepanjang lap. Dibandingkan motor tahun lalu, sekarang kami bisa mendapatkan traksi (grip) dengan lebih mudah,” papar Jack Miller.
Seperti diketahui, pabrikan yang berbasis di Iwata tersebut sempat mengalami kendala top speed sejak beralih ke konfigurasi mesin V4.
Namun, para insinyur Yamaha tampaknya berhasil menemukan solusi cerdas untuk memangkas hambatan udara (drag) pada M1, lewat penggunaan beberapa sayap kecil (winglet) di area belakang motor.
Pengamat MotoGP terkemuka, Mat Oxley, menyoroti detail swingarm baru pada motor Quartararo setelah FP1. Komponen ini dilengkapi dengan tiga winglet yang diposisikan miring untuk mengoptimalkan aliran udara di bagian buritan.
“Aerodinamika swingarm baru Yamaha jauh lebih rapi daripada milik Aprilia dan Ducati,” tulis Oxley dalam unggahannya.
Langkah ini membuktikan kejelian tim aero Yamaha dalam mengurai turbulensi di area belakang M1. Selain winglet di bawah jok, tiga sayap kecil tambahan kini terpasang manis di lengan ayun terbaru.







