Pengurangan hambatan udara di area buritan ini, diharapkan mampu mendongkrak kecepatan di trek lurus secara signifikan bagi para pembalap Yamaha, sekaligus meningkatkan stabilitas sektor belakang saat memasuki zona pengereman (braking zone).
”Titik pengereman kami terkadang bisa 15 meter lebih lambat dari pembalap lain. Namun, kami juga harus berakselerasi 15 meter lebih awal. Jadi, sasis dan ban benar-benar dipaksa bekerja ekstra keras,” jelas Miller.
Ia menggunakan swingarm lama di FP1 sebelum beralih ke spek baru pada sesi sore.
Kendati membawa dampak positif pada performa internal, komponen baru ini bisa memicu dinamika unik dalam situasi balapan.
Akibat turbulensi udara yang berkurang drastis berkat fungsi winglet, pembalap yang membuntuti di belakang motor Yamaha tidak akan terlalu terganggu oleh efek dirty air (udara kotor).
Pemasangan dua winglet kecil ini membuat pelepasan udara dari area lengan ayun menjadi lebih bersih dan teratur, meminimalkan jejak pusaran angin saat motor membelah sirkuit.
Para penggemar MotoGP yang jeli sebelumnya sudah melihat kemiripan konsep antara Yamaha dan Ducati, sejak M1 terbaru diluncurkan.
Kini, pabrikan berlogo garpu tala tersebut terbukti tidak ragu mengambil inspirasi dari kompetitornya, demi memuluskan misi bangkit di kelas utama. (Wartabanjar.com)







