WARTABANJAR.COM, TANJUNG– Pelaksanaan pembelajaran berbasis digital di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sa’adatuddarain, Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, masih menghadapi berbagai kendala.
Sekolah yang berada di wilayah blank spot itu hingga kini belum memiliki akses internet yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Keterbatasan jaringan membuat sekolah harus mengandalkan layanan internet dari penyedia pihak ketiga yang dipancarkan melalui perangkat pemancar.
Biaya layanan tersebut juga ditanggung secara mandiri oleh pihak sekolah.
Kepala MI Sa’adatuddarain Lok Batu, Erma Yusi, mengatakan kualitas jaringan internet yang tersedia belum mampu menunjang berbagai kebutuhan administrasi maupun pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Menurutnya, kendala paling terasa saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang seluruhnya membutuhkan koneksi internet yang stabil.
BACA JUGA: Lewat Workshop Internet Sehat, Diskominfo Tabalong Bikin Warga Binjai Melek Digital
BACA JUGA: Wifi Gratis di Desa Purui Jadi Solusi Akses Digital Warga Pelosok Tabalong
“Tes Kemampuan Akademik berbasis komputer dan ANBK berbasis online. Karena jaringan kurang mendukung, meskipun menggunakan jaringan pihak ketiga, kami harus membagi pelaksanaan ujian menjadi beberapa sesi agar koneksi lebih stabil. Kalau dilakukan dalam satu sesi, justru lebih banyak peserta yang terputus dari jaringan,” ujar Erma, Jumat (3/7/2026).







