Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, PTAM Berkah Banua Tanah Laut Maksimalkan Sungai Tabanio
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- PT Air Minum (PTAM) Berkah Banua mengoptimalkan pemanfaatan cadangan air dari embung milik PTPN dan Sungai Tabanio demi mengatasi hambatan serta kemacetan distribusi air bersih ke pelanggan akibat penurunan debit air pada musim kemarau di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (30/6/2026).
Langkah strategis ini diambil menyusul banyaknya keluhan pelanggan di beberapa lokasi wilayah Kota Pelaihari yang mengalami kemacetan pasokan air bersih akhir-akhir ini.
Penurunan debit air sungai sebagai sumber air baku memicu peningkatan kadar kekeruhan yang berdampak langsung pada lamanya waktu pengolahan.
Saat ditemui di lokasi Bendungan PTAM Berkah Banua di dekat aliran Sungai Tabanio Bajuin, Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, yang merupakan pintu utama air mengalir ke wilayah Kota Pelaihari, Plt. Direktur Utama PTAM Berkah Banua, Dr. Ir. H. Ahmad Khairin, langsung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Ahmad Khairin, yang juga merangkap jabatan sebagai Komisaris Utama PTAM Berkah Banua serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tanah Laut, menjelaskan faktor utama penyebab kemacetan pasokan air tersebut.
"Pertama kami permohonan maaf kami Jadi, memang beberapa waktu terakhir ini kendala kita di PTAM ini ada beberapa lokasi, ada beberapa tempat, memang tidak semua gitu ya, ada beberapa tempat yang memang air kita dari air minum PTAM ini mengalami hambatan. Ada yang macet dan sebagainya," ujar Ahmad Khairin.
Ahmad Khairin menambahkan bahwa penurunan volume air baku dan gangguan pemadaman listrik berkala dari PLN menjadi faktor yang sangat menghambat jalannya proses produksi hingga distribusi air ke pelanggan, namun manajemen bergerak cepat mencari solusi alternatif demi memulihkan pasokan air.