Tim asuhan Lionel Scaloni kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan nyaman di puncak Grup J.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah cara Messi mencapainya.

Gagal penalti sering kali menjadi titik balik negatif bagi seorang pemain.

Namun bagi Messi, kegagalan justru menjadi bahan bakar untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.

Austria sempat memberikan perlawanan disiplin, tetapi pengalaman dan kualitas sang kapten akhirnya menjadi pembeda.

Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka ketika bakat, kecerdasan, dan mental juara berpadu dalam satu sosok.

Mungkin benar, rekor memang dibuat untuk dipecahkan.

Tetapi setiap kali Messi memecahkannya, dunia sepak bola selalu merasa sedang menyaksikan sesuatu yang tidak akan mudah terulang. (wartabanjar.com)