WARTABANJAR.COM,MARTAPURA - AS (60), pelaku pembunuhan terhadap N (38) di area persawahan Desa Lok Tunggul RT 003 RW 002, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, ternyata tidak berusaha melarikan diri setelah kejadian.

Selama proses penyelidikan berlangsung, pria yang tinggal satu kampung dengan korban itu tetap beraktivitas seperti biasa, hingga akhirnya diamankan polisi.

Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli mengatakan, sikap pelaku tidak menunjukkan gelagat mencurigakan usai peristiwa tersebut.

“Pada saat polisi datang ke TKP, dia juga ada di TKP. Jadi seakan-akan tidak bersalah,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Banjar, Senin (22/06/2026).

Menurut Kapolres, pelaku juga tidak meninggalkan kampung maupun mencoba menghilangkan jejak dengan melarikan diri ke daerah lain.

”Pelaku tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, di lingkungan tempat tinggalnya setelah kejadian. Seolah tidak terjadi apa-apa,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat penyidik harus bekerja lebih teliti untuk memastikan pelaku sebenarnya dalam kasus tersebut.

Saat ditanya mengenai suami korban yang sempat diperiksa dalam proses penyelidikan, Kapolres menegaskan seluruh kemungkinan harus didalami sebelum penyidik menetapkan pelaku.

“Ya namanya juga usaha untuk mengungkap satu kasus, ya segala cara metode kita gunakan,” ujarnya.

Baca Juga: Berawal dari Ucapan “Dasar Bungul”, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Pengaron Banjar

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Pengaron Banjar Terungkap Setelah Hampir Tiga Pekan, Cucu Pelaku Jadi Kunci

Menurut Kapolres, setiap kemungkinan harus ditelusuri untuk memastikan pelaku sebenarnya.

“Semuanya harus kita curigai. Mencurigai boleh, yang penting tidak menuduh,” tegasnya.

Setelah mengumpulkan rangkaian petunjuk dan alat bukti, penyelidikan akhirnya mengarah kepada AS.

Pria berusia 60 tahun itu kemudian diamankan di rumahnya, pada Jumat (19/06/2026) malam, tanpa perlawanan.

Saat diperiksa, AS mengakui perbuatannya dan menunjukkan sejumlah barang bukti yang masih disimpannya sejak kejadian.

“Bajunya masih disimpan di bawah rumahnya itu. Untung belum dicuci juga,” ungkap Kapolres.

Selain pakaian yang digunakan saat kejadian, polisi juga menemukan parang yang digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut.

“Parangnya juga masih ada,” lanjutnya.