WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kedatangan jemaah haji Kloter BDJ 10 dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji gelombang kedua Debarkasi Banjarmasin Tahun 1447 H/2026 M.

Sebanyak 360 jemaah dan petugas tiba dengan selamat di Bandara Internasional Syamsuddin Noor pada Rabu malam pukul 23.19 WITA.

Keberhasilan pemulangan seluruh jemaah dalam kondisi lengkap dan sehat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi petugas kloter.

Mereka telah mendampingi jemaah Kloter BDJ 10 selama lebih dari satu bulan dalam menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Berbagai tantangan mulai dari cuaca ekstrem, kepadatan aktivitas ibadah hingga kondisi kesehatan jemaah lanjut usia berhasil diatasi melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur petugas.

dr. H. Nahrozi selaku Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) mengungkapkan bahwa keberhasilan pelayanan tidak lepas dari semangat pengabdian seluruh petugas yang menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai amanah besar yang harus ditunaikan dengan penuh keikhlasan.

"Sebagian besar jemaah yang kami dampingi merupakan kelompok lanjut usia dengan berbagai kondisi kesehatan yang berbeda-beda," katanya, Rabu (17/6/2026) dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalsel, Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Rasyid Luthfiana, menegaskan bahwa setiap musim haji selalu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, secara umum kinerja petugas kloter tahun ini menunjukkan hasil yang baik dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, namun demikian evaluasi tetap diperlukan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas pelayanan yang semakin profesional.

"Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Setiap laporan, masukan, maupun pengalaman yang diperoleh selama penyelenggaraan ibadah haji akan menjadi bahan evaluasi yang sangat penting. Tujuannya adalah memastikan bahwa pelayanan kepada jemaah dari Kalimantan Selatan pada musim haji mendatang dapat berlangsung lebih baik, lebih cepat, dan lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan jamaah," jelas Rasyid.