WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Satu lagi jemaah haji 2026 debarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, wafat di Tanah Suci.

Jemaah itu bernama H. Sulaiman Kurdi, wafat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Saudi German Hospital Madinah, Selasa (16/6/2026) pukul 23.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

H. Sulaiman Kurdi bergabung di kelompok terbang (Kloter) BDJ 12.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Selatan selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin, Dr. H. Eddy, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.

“Kami atas nama PPIH Debarkasi Haji Banjarmasin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada istri, anak-anak, serta seluruh keluarga besar almarhum H. Sulaiman Kurdi. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar H. Eddy, Rabu (17/6/2026), dikutip Kamis (18/6/2026) dari laman Kemenhaj Kalsel.

Ia mengatakan, wafatnya jemaah haji di Tanah Suci merupakan takdir Allah SWT yang harus diterima dengan penuh keikhlasan.

Menurutnya, meskipun meninggalkan duka bagi keluarga, almarhum telah menunaikan salah satu rukun Islam dan mengakhiri perjalanan hidupnya di tanah yang mulia.

“Kami mengajak seluruh keluarga untuk tetap tabah dan ikhlas menerima ketentuan Allah SWT. Insya Allah almarhum mendapatkan kemuliaan karena wafat saat menjalankan ibadah haji. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter BDJ 12, dr. Hj. Thia, menjelaskan kronologi perawatan hingga wafatnya almarhum.

Ia menyebutkan bahwa pada 16 Juni 2026, tim TKHI melakukan visitasi dan mendapati kondisi almarhum lemas, tidak memiliki nafsu makan, serta sering mengalami muntah saat makan dan tersedak.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kami berkonsultasi dengan dokter sektor di Madinah, disarankan agar almarhum segera dirujuk ke Saudi German Hospital untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.