Saya meminta maaf karena beberapa hari ini.tidak bisa mengantarnya ke sekolah.
“lya,” jawabnya pelan.
Lalu dia kembali berkata sambil menangis, “Cici kangen Ayah. Cici sayang Ayah.”
Kalimat itu terasa begitu istimewa bagi saya. Thalia adalah anak yang pemalu dan tidak mudah mengungkapkan perasaannya secara langsung. Tetapi pagi itu, dia mengatakannya dengan tulus dari hatinya.
Saya memeluknya dan berkata,
“Ayah juga sangat sayang Cici. Sekarang Cici sekolah dulu ya. Ayah mau mengantar Nia ke kelas dulu.”
Dikatakan Ruben Onsu, momen tersebut jadi momen berharga memperlihatkan hubungan antara dirinya dan kedua putrinya.
Ia menegaskan bahwa ada pihak yang merasa paling tahu antara dirinya dan putrinya.
“Karena itu, untuk mereka yang selama ini merasa paling tahu hubungan saya dengan anak-anak saya, yang dengan mudah mengatakan bahwa anak saya tidak menyukai saya atau tidak ingin bersama saya, biarlah momen ini menjadi jawabannya.
Hubungan antara seorang anak dan ayahnya tidak selalu terlihat dari apa yang orang lain lihat di permukaan. Ada banyak hal yang hanya diketahui oleh mereka yang menjalaninya.” (Wartabanjar.com/atoe)
Editor Restu







