DKP3 Tabalong Gelar Bimtek Pengolahan Hortikultura di 12 Kecamatan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong menggelar bimbingan teknis (bimtek) pascapanen dan pengolahan hortikultura Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama bulan Mei-Juni dengan sasaran kelompok tani dan kelompok wanita tani di 12 kecamatan se-Kabupaten Tabalong, guna meningkatkan kualitas serta nilai jual produk hortikultura daerah.
Analis Pasar Hasil Pertanian DKP3 Tabalong, Sri Astuti, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada petani, khususnya kelompok wanita tani, mengenai pentingnya menjaga kualitas hasil hortikultura setelah masa panen.
Baca Juga: 16 Pemuda HST Ikuti Pelatihan Kepemimpinan, Siap Jadi Generasi Visioner Menuju Indonesia Emas 2045
Baca Juga: Pelatihan Pengelolaan Sampah Perkantoran Digelar DLH Tanbu
“Kami menginginkan kelompok tani, terutama ibu-ibu kelompok wanita tani, memahami pentingnya menjaga kualitas produk hortikultura setelah atau pascapanen,"ujar Astuti pada wartabanjar.com, Senin (25/5/2026).
Dilanjutkannya, bimtek juga bertujuan meningkatkan nilai jual produk hortikultura dengan berbagai macam olahan seperti Bon cabe dan selai tomat.
"Tentu hal ini akan menambah nilai jual produk, sementara untuk instruktur Bimtek memberdayakan penyuluh setempat,"imbuh Astuti.
Tidak hanya menghadirkan materi teori, bimtek juga dilengkapi dengan sesi praktik pengolahan hasil hortikultura.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajarkan cara membuat selai tomat dari bahan hasil pascapanen, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Pelaksanaan bimtek dilatarbelakangi oleh perkembangan sektor hortikultura di Tabalong yang terus menunjukkan peningkatan, baik dari sisi luas tanam, hasil panen, maupun jumlah produksi.
"Melalui pelaksanaan bimtek yang menjangkau seluruh kecamatan di Tabalong, para petani diharapkan tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga mampu mengolah serta memasarkan hasil panen secara lebih optimal," beber Astuti.
Langkah tersebut dinilai penting, untuk mendorong perkembangan sektor hortikultura daerah sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (wartabanjar.com/Suhardi)