Musim ini Arsenal memang tampil jumawa. Namun untuk menjadi kampiun Premier League alias Divisi Utama Liga Inggris, ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Arsenal yang diarsiteki Mikel Arteta membutuhkan 22 triliun untuk membentuk sebuah tim juara.
Tim Meriam pun berhasil menyudahi penantian selama 6,5 musim sejak dilatih oleh Arterta pada 20 Desember 2019.
“Mikel Arteta sudah berada di Arsenal sangat lama,” kata mantan kiper, Paul Robinson, dalam komentarnya di BBC.
“Hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada seorang pelatih yang bagus adalah waktu,” tuturnya.
Keberhasilan the Gunners merengkuh titel juara Liga Inggris juga disambut emosional oleh mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.
Melalui video yang diunggah media sosial klub, Wenger menyampaikan ucapan selamat kepada Mikel Arteta dan seluruh pemain Arsenal, atas keberhasilan mengakhiri penantian panjang gelar liga selama 22 tahun.
“Kalian berhasil. Para juara terus melangkah ketika yang lain berhenti. Ini waktunya kalian. Nikmati setiap momennya,” ujar Wenger.
Gelar ini menjadi trofi Liga Primer pertama Arsenal sejak musim 2003/2004 saat Wenger membawa The Gunners mencatat sejarah sebagai tim ‘Invincibles’ tanpa kekalahan sepanjang musim.
Setelah tiga musim berturut-turut finis sebagai runner up, Arsenal akhirnya mampu menjaga konsistensi bersama pelatih Mikel Arteta.
Klub asal London Utara itu bahkan menyapu bersih empat laga terakhir dengan kemenangan tanpa kebobolan sejak kalah dari Manchester City bulan lalu.
Atmosfer perayaan langsung pecah di sekitar Emirates Stadium. Ribuan suporter memadati area stadion sambil menyalakan flare merah dan menyanyikan chant kemenangan untuk merayakan keberhasilan Arsenal sebagai jawara Liga Inggris. (Wartabanjar.com)







