WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Peringatan Hari Kartini di Gedung Budaya, Paringin, pada Selasa (19/5/2026), menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak boleh berhenti pada seremoni semata.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, menegaskan esensi Hari Kartini terletak pada semangat perjuangan yang tetap relevan dan menginspirasi hingga saat ini.
Menurutnya, pendidikan merupakan jalan pembebasan bagi perempuan sekaligus kunci masa depan bangsa.
BACA JUGA: Jalan Zafri Zamzam Banjir, Banjarmasin Waspada Banjir Rob 18-27 Mei 2026
Karena itu, momentum Hari Kartini harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam menciptakan kesetaraan gender di berbagai bidang.
“Hari Kartini mengingatkan kita untuk memastikan ruang kesetaraan gender benar-benar efektif. Kita harus memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan responsif gender, perempuan dapat mengakses dan menyelesaikan pendidikan, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan di semua sektor pembangunan,” ujarnya.
Abdul Hadi mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai momentum memperkuat komitmen dan memperluas kolaborasi agar perempuan, khususnya di Kabupaten Balangan, dapat hidup sehat, berdaya, dan bermartabat.
Suasana peringatan Hari Kartini di Gedung Budaya terasa khidmat saat Teater Bayang Rindu membawakan pertunjukan “Kami yang Pernah Dibungkam”.







