Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Banjar, Akademisi Beri Catatan Lingkungan

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Desa Angkipih, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kini memasuki tahapan pembebasan lahan mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Meski demikian, percepatan pembangunan proyek tersebut diingatkan agar tidak hanya berfokus pada target konstruksi semata.

Akademisi Universitas Lambung Mangkurat sekaligus pengamat tata kota, Dr. Eng. Akbar Rahman menilai, Bendungan Riam Kiwa merupakan kebutuhan jangka menengah hingga panjang bagi Kalimantan Selatan.

Baca Juga Pohon Tumbang Picu Adu Banteng Pick Up vs R2 di Jorong Tanah Laut, Satu Pengendara Tewas

Menurutnya, manfaat bendungan tersebut tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga mendukung sektor lain.

“Progres ini perlu diapresiasi karena Bendungan Riam Kiwa merupakan upaya jangka menengah dan panjang memperkuat ketahanan air dan pengendalian banjir yang dibutuhkan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Ia menyebut manfaat bendungan juga bisa dirasakan untuk sektor pertanian, perikanan, penyediaan air baku hingga potensi energi di masa mendatang.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak hanya mengejar target fisik proyek.

”Percepatan jangan hanya fokus pada target konstruksi, tetapi juga kualitas konstruksi, ekologis dan sosial di kawasan bendungan,” jelasnya.