“Sekarang kami menuju Grand Prix Catalunya, sirkuit yang sangat istimewa dan salah satu trek terbesar di kalender,” kata Hiroshi Aoyama.
“Awalnya sirkuit ini adalah sirkuit Formula 1, jadi bagi sepeda motor sirkuitnya terasa sangat lebar dan cepat.”
“Trek ini punya lintasan lurus yang panjang, tikungan cepat, dan beberapa hal teknis yang selalu menciptakan balapan yang menarik dan banyak peluang untuk menyalip,” lanjutnya.
Hiroshi Aoyama mengakui bahwa seri ini tak akan mudah walau para pembalap timnya sudah cukup familiar, terutama karena faktor grip rendah dan kondisi anginnya.
“Secara teknis, ini bukan trek yang mudah karena kondisi dapat berubah banyak selama akhir pekan.”
“Tingkat cengkeraman selalu berubah dan angin dapat menjadi faktor penting di sini, sehingga para pembalap perlu beradaptasi terus-menerus,” tegas Hiroshi Aoyama.
Meski begitu, mantan Juara Dunia 250 cc ini percaya bahwa Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, akan mampu memanfaatkan pengalaman mereka.
“Untungnya, semua pembalap kami sudah berpengalaman di sirkuit ini,” kata Aoyama.
Nasib Mario Aji
Nasib tidak baik dialami pembalap Moto2 Indonesia, Mario Aji.
Ia harus absen di balapan Moto2 Catalunya 2026 yang berlangsung 15-17 Mei.
Mario Aji kembali berkutat dengan cedera.
Padahal, Sirkuit Catalunya menyimpan kenangan manis bagi pembalap berjuluk Super Mario ini.
Semasa tampil di ajang CEV Moto3 (sekarang bertajuk Moto3 Junior) pada 2021 lalu, Mario Aji dapat mencatat pole position di sana.
Bahkan saat itu dia hampir menang bila tidak mengalami crash.
“Tentunya saya merasa sangat sedih untuk melewatkan GP Catalunya,” ucap Mario Aji dalam rilis resmi Honda Team Asia.
“Saya selalu ingin berada di lintasan bersama tim dan melanjutkan pekerjaan yang telah kami lakukan sejak awal musim.”
Untuk kedua kalinya secara beruntun perjuangan Mario harus terhalang oleh cedera.
Musim lalu rider berusia 22 tahun itu juga harus absen dalam waktu yang lama karena dislokasi bahu yang sering kambuh hingga harus dioperasi. (Wartabanjar.com/dwisud)







