Berdasar beberapa literasi, gejala manusia yang terpapar Hantavirus adalah demam tinggi, nyeri otot, mual, hingga gangguan pernapasan.
Kementerian Kesehatan juga menyatakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi cara paling efektif mengantisipasi ancaman hantavirus.
Ditegaskan, meskipun risiko penularan antarmanusia tergolong rendah, kewaspadaan individu tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Juru Bicara Kemenkes Widyawati, penerapan PHBS bukan sekadar anjuran, tetapi sudah menjadi kewajiban guna memutus rantai penularan virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.
Tips praktis PHBS tangkal Hantavirus:
- Rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
- Tidak batuk dan bersin sembarangan apalagi di tempat publik
- Menghindari kontak langsung dengan tikus terutama kotoran dan urinenya
- Menutup semua lubang di dalam maupun luar rumah yang bisa menjadi akses keluar masuk tikus
- Rutin membersihkan rumah dan teman kerja
- Menyimpan makanan dan minuman di wadah yang tertutup rapat
Mengutip Alodokter.com, Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome) atau pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome).
Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Hingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin yang efektif menangkal Hantavirus.
Penyakit hantavirus tergolong jarang terjadi, tetapi bisa berbahaya.
Tingkat kematian akibat hantavirus pulmonary syndrome sekitar 40 persen sementara pada hemorrhagic fever with renal syndrome sekitar 5–15 persen. (Wartabanjar.com/berbagaisumnber/dwisud)






