Meskipun ada spekulasi mengapa minum susu dapat memperburuk jerawat, tidak jelas apakah produk susu memiliki peran langsung.
Hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah ada jumlah atau jenis produk susu tertentu yang dapat memperparah jerawat.
3. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji, seperti burger,
nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake adalah makanan yang dapat meningkatkan risiko jerawat.
Belum ada jawaban ilmiah resmi terkait makan makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat.
Tetapi, beberapa peneliti berpendapat bahwa hal itu dapat memengaruhi ekspresi gen dan mengubah kadar hormon dengan cara yang mendorong perkembangan jerawat.
Satu studi pada 2010 silam yang menyertakan lebih dari 5.000 remaja dan dewasa muda Cina menemukan bahwa pola makan tinggi lemak berkaitan dengan 43 persen peningkatan risiko terkena jerawat.
Salah satunya karena mengonsumi gorengan secara teratur meningkatkan risiko sebesar 17 persen.
4. Cokelat
Banyak orang mencurigai sebagai pemicu jerawat sejak tahun 1920-an silam. Namun, sejauh ini belum ada konsensus yang tercapai.
Beberapa survei informal mengaitkan makan cokelat dengan peningkatan risiko munculnya jerawat. Tetapi ini tidak cukup untuk membuktikan bahwa cokelat menyebabkan jerawat.
Satu studi menemukan bahwa laki-laki yang cenderung berjerawat yang mengonsumsi 25 gram cokelat hitam 99 persen setiap hari mengalami peningkatan jumlah lesi jerawat setelah hanya 2 minggu.
Sementara itu, studi pada 2014 lainnya menemukan bahwa laki-laki yang mengonsumsi kapsul bubuk kakao 100 persen setiap hari memiliki lesi jerawat yang jauh lebih banyak setelah 1 minggu. Ketimbang dengan mereka yang mendapatkan obat dengan efek plasebo.
5. Minuman dan makanan beralkohol
Alkohol dapat berpotensi memmerparah jerawat bagi beberapa orang. Alkohol memiliki beberapa efek yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit, termasuk jerawat.
Beberapa cara alkohol dapat berdampak pada jerawat meliputi:
Menyebabkan kering dan iritasi. Alkohol dapat mengeringkan kulit, membuat kulit kemerahan, dan iritasi. Kulit yang kering dapat merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak minyak. Kondisi ini akhirnya dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan jerawat.
Memicu peradangan. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat memicu peradangan dalam tubuh, termasuk peradangan pada kulit. Ini dapat menyebabkan munculnya jerawat merah dan meradang. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor Restu







