WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Masalah klasik guru yang harus meninggalkan kelas demi kuliah dipastikan kini punya solusi baru pasca sosialisasi Program Pascasarjana ULM di Gedung Sarantang Saruntung Pelaihari, Rabu (13/5/2026).

Menghadirkan Koordinator Program Studi S3 Administrasi Pendidikan ULM, Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D., paparan ini mengungkap pola baru bernama hybrid learning dan sistem nurturing yang diklaim mampu mempercepat masa studi tanpa mengorbankan kualitas.

Kepada media, Prof. Ahmad menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah membenahi sektor kepemimpinan di sekolah-sekolah yang ada di Tanah Laut.

“Kelemahan kita 'kan pendidikan sekarang itu, apalagi pada tingkat sekolah, itu adalah kepemimpinan. Sedangkan secara kajian akademik itu di seluruh dunia itu diakui bahwa tidak ada sekolah yang hebat itu tanpa kepala sekolah yang hebat. Jadi, faktor pemimpin itu adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan,” ungkapnya.

Menariknya, ULM membawa skema perkuliahan yang sangat fleksibel bagi para abdi negara di Tanah Laut yang sibuk di lapangan.

​“Pola baru itu yang kami sebut dengan hybrid, hybrid learning. Jadi mereka belajar itu, kuliah itu tidak harus hadir ke kampus. Mereka bisa hadir ujian dan lain-lain itu melalui fasilitas daring. Nah, itu kan memudahkan sehingga kekhawatiran Pemerintah Daerah kan biasanya kalau guru itu kuliah lalu meninggalkan tugas, nah terjadi kekosongan mengajar,” jelas Prof. Ahmad.

Bahkan, ia memberikan bukti nyata keberhasilan pola ini di daerah tetangga yang mampu mencetak lulusan S2 dalam waktu singkat namun tetap berstandar internasional.

​“Kita bisa melahirkan S2 itu dengan waktu cuma satu tahun setengah, tiga semester mereka sudah wisuda. Model itu ternyata tidak menurunkan kualitas mereka. Karya ilmiah mereka itu bahkan karya ilmiah tingkat internasional, ada yang tembus Scopus Q2 yang sudah memenuhi syarat untuk jadi Profesor di Perguruan Tinggi,” pungkasnya meyakinkan. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu