Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut meliputi:
- Mendesak pemerintah daerah dan pemerintah pusat mempercepat pengangkatan guru honorer menjadi ASN/PPPK.
- Meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Selatan.
- Mendesak kementerian terkait membuka secara transparan rincian anggaran serta mekanisme distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tingkat sekolah.
- Meminta pemerintah daerah mempublikasikan laporan realisasi anggaran pendidikan secara berkala setiap triwulan dan mudah diakses masyarakat.
- Mendesak pembentukan tim pengawas independen untuk mengawasi kualitas pendidikan di tingkat daerah.
- Menolak perubahan kurikulum yang dinilai tidak didasarkan pada evaluasi menyeluruh.
- Menolak penghapusan program studi tanpa kajian akademik yang jelas.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan situasi terpantau kondusif hingga penyampaian aspirasi selesai. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu







