“Pengawasan pun diperketat, agar hewan kurban yang beredar benar-benar layak dan aman untuk masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, harga sapi kurban tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Meski kebutuhan hewan kurban di Banjarmasin diprediksi tetap berada di kisaran 2.500 ekor sapi, masyarakat kemungkinan harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Menurut Annang Dwijatmiko, naiknya biaya operasional, terutama harga bahan bakar minyak (BBM), menjadi salah satu penyebab meningkatnya harga jual sapi.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh pengusaha sapi kurban, Rasidi Ahmad.
Ia mengungkapkan, harga sapi saat ini rata-rata naik sekitar Rp1 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenisnya.
“Kalau dibanding tahun lalu memang ada kenaikan. Besarnya sekitar Rp1 juta per ekor,” ujarnya.
Meski harga mengalami kenaikan, permintaan hewan kurban diperkirakan tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya seiring mendekatnya perayaan Iduladha. (wartabanjar.com/iqnatius)







