3. Perbaharui Kata Sandi Secara Berkala
Memperbahrui kata sandi secara berkala sangat penting.
Para ahli keamanan digital merekomendasikan untuk mengganti kata sandi setiap tiga hingga enam bulan sekali.
Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko jika suatu saat kata sandi bocor atau terekspos ke pihak lain.
4. Hati-hati Terhadap Link dan Pesan Mencurigakan
Berhati-hatilah terhadap setiap tautan (link), baik melalui pesan langsung di Instagram, email, maupun platform komunikasi lainnya.
Para peretas seringkali menggunakan taktik phishing dengan mengirimkan pesan yang terlihat resmi dari Instagram atau perusahaan lain, yang kemudian mengarahkan Anda untuk mengklik tautan.
Tautan tersebut biasanya akan membawa ke halaman login palsu yang dirancang mirip dengan tampilan asli Instagram.
Jika Anda menerima pesan yang meminta mengklik sebuah tautan untuk memverifikasi akun, memperbarui informasi, atau bahkan mengklaim hadiah, selalu periksa keaslian sumbernya.
Jangan langsung percaya dan mengklik tautan tersebut.
5. Pantau Aktivitas Login Akun Anda
Instagram menyediakan fitur untuk melihat riwayat sesi login akun. Fitur ini berguna untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Periksa secara berkala daftar perangkat yang terhubung dengan akun. Jika menemukan ada perangkat atau lokasi login yang tidak dikenali, segera lakukan tindakan.
6. Waspadai Aplikasi Pihak Ketiga yang Terhubung
Seringkali, pengguna memberikan akses kepada aplikasi untuk terhubung dengan akun Instagram seperti editor foto, platform penjadwalan postingan, atau aplikasi lain yang menawarkan fitur tambahan.
Banyak aplikasi yang aman, tetapi ada ada juga beberapa aplikasi yang berisiko.
Periksa secara berkala aplikasi pihak ketiga yang telah diizinkan untuk mengakses akun Instagram. Bila ada aplikasi yang tidak dikenali atau sudah tidak lagi dipakai, segera cabut aksesnya. (Wartabanjar.com/dwisud)
Editor Restu






