Para pengembang curhat kalau realitanya urusan administrasi masih panjang dan ada biaya-biaya yang harus keluar.
Mereka menilai proses di lapangan tidak sesederhana itu, karena masih ada tahapan administrasi serta biaya tertentu yang harus dipenuhi.
Perbedaan pandangan tersebut, sontak menjadi perhatian dalam forum yang membahas akses masyarakat terhadap program rumah subsidi.
Bahkan, Rudy Mas’ud mendapat sorakan karena pernyataannya yang tak dinilai tak sesuai dengan fakta di lapangan.
Sosok Rudy Mas’ud seperti tak lepas dari hal-hal yang berbau kontroversial.
Setelah viral karena permintaan mobil dinas seharga Rp 8,5 miliar, dan anggaran rehabilitasi rumah dinas gubernur sebesar Rp 25 miliar, dan terakhir sosoknya Kembali disorot karenq klaimnya tidak sesuai kenyataan. (Wartabanjar.com)







