Namun, setibanya petugas di lokasi, drama “penyusupan” ini ternyata sudah berakhir lebih awal.
Alih-alih dievakuasi petugas, sang burung hantu justru sudah berhasil diamankan terlebih dahulu oleh salah seorang guru perempuan di sekolah tersebut.
Petugas Damkar yang tiba, Ardi dan Maulana, kemudian mengambil alih burung tersebut untuk dipindahkan ke habitat yang lebih aman agar tidak lagi “salah masuk kelas”.
Dengan diamankannya burung hantu tersebut, suasana sekolah kembali kondusif dan para guru bisa bernapas lega.
”Burung Hantu diamankan, sekolah kembali tenang, nilai rapor aman!” seloroh Komandan Regu (Danru) Pos Induk Damkar Tanah Laut, Andi.(Wartabanjar.com/Gazali)







