Kenapa disebut Kawasan Pasar Lima? Pasar ini menempati lokasi strategis, berada di ujung lima jalan atau lima persimpangan utama di kawasan pusat perdagangan tua tersebut.
Pasar Lima adalah salah satu kawasan perdagangan tertua dan paling vital di pusat Kota Banjarmasin.
Kawasan ini merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan berbagai aktivitas grosir, eceran berbagai kebutuhan pokok.
Pasar ini dipercaya mulai berdiri sejak zaman kolonial Belanda.
Lokasinya berdampingan dengan kawasan Pasar Sudimampir dan Ujung Murung yang mulai dibangun pada 1920-an.
Pasar ini tumbuh di sepanjang aliran sungai yang dulunya merupakan sarana transportasi utama warga Kalimantan Selatan.
Setiap Minggu pagi, kawasan ini berubah menjadi destinasi populer untuk belanja barang bekas (dikenal secara lokal sebagai pakaian tugging).
Pasar tungging dimulai seawal pukul 06.00 WITA dan mencapai puncaknya antara pukul 07.00 dan 11.00 WITA.
Di sini dijual pakaian bekas impor, sepatu bermerek, dan tas dengan harga terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga lebih dari Rp300 ribu untuk barang bermerek kelas atas.
Pengalaman pasar tradisional klasik dengan jalanan sempit dan aktivitas tinggi, terutama saat jam sibuk pagi hari, saat toko-toko resmi lebih memilih tutup karena hari libur. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







