Lokasi lomba berada di tepian Sungai Buluh, berdekatan dengan SD Negeri 3 Sungai Buluh yang berdiri di kawasan rawa, sehingga menambah keunikan lanskap lokasi kegiatan.
Meski akses menuju lokasi cukup terbatas, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan lomba terbilang tinggi.
Warga tampak berdatangan sejak pagi hari untuk menyaksikan jalannya perlombaan.
Salah satu pengunjung, Ara, mengaku senang dapat menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
“Senang bisa melihat langsung budaya yang berlangsung di atas perairan seperti ini,” ujarnya.
Selain menjadi ajang olahraga tradisional, lomba balap ces jukung ulin ini juga menjadi sarana hiburan sekaligus memperkenalkan budaya sungai kepada masyarakat luas. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







